Menu Tutup

| TENTANG ORGANISASI

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau yang disingkat dengan IPNU adalah sebuah organisasi pelajar Nahdliyyin yang berdiri pada tanggal 24 Februari tahun 1954 di Semarang Pertama kali diketuai oleh Prof. Dr. KH. Tolchah Mansoer.IPNU adalah salah satu organisasi di bawah naungan Jamiyyah Nahdlatul Ulama, tempat berhimpun, wadah komunikasi, wadah aktualisasi dan wadah yang merupakan bagian integral dan potensi generasi muda Indonesia secara utuh.

 

Tujuan IPNU adalah sebagai wadah pelajar NU untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki dengan tetap berpegang teguh pada agama islam berfaham Ahlus sunnah Waljama’ah Annahdliyah.

  • Lambang organisasi berbentuk bulat, berarti kontinyuitas.
  • Warna dasar hijau tua, berarti subur.
  • Warna kuning melingkar, berarti hikmah dan cita-cita yang tinggi.
  • Warna putih yang mengapit warna kuning, berati suci.
  • Sembilan bintang melambangkan keluarga Nahdlatul Ulama, yaitu:
  • Lima bintang di atas yang satu besar di tengah melambangkan Nabi Muhammad, dan empat lainnya di kanan dan kirinya melambangkan khulafaur rasyidin (Abu Bakar, Umar bin Khotob, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib)
  • Empat bintang berada di bawah melambangkan madzhab empat, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi`i dan Hambali.
  • Kata IPNU dicantumkam di bagian atas yang menunjukkan nama organisasi.
  • Tiga titik di antara kata IPNU mewakili slogan Belajar, Berjuang, Bertaqwa.
  • Enam strip pengapit huruf IPNU, berati rukun iman.
  • Dua kitab di bawah bintang berati al-Qur`an dan al-hadits.
  • Dua bulu angsa bersilang di bawah kitab berarti sintesa antara ilmu umum dan ilmu agama.

Wahai pelajar Indonesia

Siapkanlah barisanmu

Bertekat bulat bersatu

Di bawah kibaran panji IPNU

Wahai pelajar islam yang setia

Kembangkanlah agamamu

Dalam Negara Indonesia

Tanah air yang kucinta

Dengan berpedoman kita belajar

Berjuang serta bertaqwa

Kita bina watak nusa dan bangsa

Tuk kejayaan masa depan

Bersatu wahai pelajar Islam jaya

Tunaikanlah kewajiban yang mulia

Ayo maju pantang mundur

Dengan rahmat Tuhan kita perjuangkan

Ayo maju pantang mundur

Pasti tercapai adil makmur

Corps Brigade Pembangunan (CBP) adalah lembaga semi otonom dibawah naungan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau sering disebut IPNU. CBP lahir dilatar belakangi adanya persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan “Ganyang Malaysia”, persengketaan itu merebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak).

Kondisi riil yang terjadi pada saat itu untuk lebih jelas konteknya yaitu politik luar negeri, terjadi pertentangan antara gagasan Presiden Soekarno yang anti Imperialisme dengan pihak barat yang berupaya menancapkan kukunya diwilayah Malaysia. Kemudian Presiden Soekarno mengintruksikan kepada elemen bangsa untuk segera membentuk Sukarelawan Perang dan siap menggayang Malaysia.

Intruksi Presiden tersebut secara lansung membuat seluruh elemen bangsa bersiap sedia untuk melawan Imperalisme yang akan kembali menancapkan kukunya diwilayah Asia Tenggara, Asnawi Latif pada waktu itu selaku Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang merupakan bagian dari elemen bangsa merasa terpanggil untuk berjuang bersama melawan iperalisme dari bangsa barat, yang terbentuk dari kalangan pelajar Nahdhiyyin yang kemudian dinamakan Sukarelawan Pelajar pada tahun 1993.

 

Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Yogyakarta yang pada saat itu merupakan lokasi dari kantor pusat PP IPNU, dan dibarengi dengan parade militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan wujud dari kesiapan RI untuk Menggayang Malaysia.

Sejak saat itulah kemudian Sukarelawan Pelajar yang dibentuk oleh Asnawi Latif tersebut berjuang demi memperjuangkan Negara dan Bangsa untuk keutuhan NKRI. Sukarelawan ini yang merupakan Embrio atau cikal bakal bagi berdirinya Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama. Yang kemudian ditetapkan pada Konferensi Besar IPNU di Pekalongan pada tanggal 25 – 31 Oktober 1964 dengan nama Corps Brigade Pembangunan (CBP). Yang kemudian dikenal dengan “doktrin Pekalongan”.

 

Pada moment tersebut Asnawi Latief selaku ketua umum PP IPNU menunjuk Rekan Harun Rosyidi untuk menjadi Komandan Teknis CBP. Pasca ditunjuk sebagai komandan teknis CBP, rekan Harun Rosyidi mengumpulkan kader-kader inti IPNU yang berpotensi untuk selanjutnya dididik dan dilatih kemiliteran serta keamanan guna mengantisipasi gerakan yang membahayakan keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) baik dari dalam maupun luar. Kondisi ini ditempuh karena stabilitas politik dan kemanan yang tidak menentu pada saat itu.

  • Lambang berbentuk segi lima dan dibatasi oleh garis yang berwarna merah putih.
  • Arti segi lima melambangkan rukun Islam dan Pancasila.
  • Garis merah putih mengandung arti bahwa CBP setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Warna dasar hijau, mengadung arti kemakmuran, kesuburan
  • Pada bagian dalam terdapat :
  • Bintang berjumlah sembilan buah berwarna kuning yang mengelilingi bola dunia yang berwarna biru langit.
  • Bintang yang paling besar melambangkan Nabi Muhammad SAW.
  • 4 (empat Bintang) disamping kiri dan kanan melambangkan 4 (empat) sahabat nabi yang sering disebut Khulafaur Rasyidin yakni Sayidina Abu Bakar RA,Sayidina Umar RA, Sayidina Usman RA dan Sayidina Ali RA.
  • 4 (empat) bintang dibawahnya melambangkan 4 (empat) madzhab (Maliki, Syafi’i, Hanafi, Hambali).
  • Bola dunia berwarna biru langit melambangkan wawasan yang luas warna biru langit melambangkan Perdamaian
  • Dibawah bintang terdapat buku terbuka yang berwarna putih yang ditopang oleh bambu runcing dan bulu angsa, dan dibawahnya terdapat tulisan CBP yang berwarna merah.
  • Buku terbuka dan bulu angsa dengan jumlah ruas sebanyak sembilan menggambarkan bahwa CBP merupakan tempat belajar bagi siapa saja. Sedangkan bambu kuning melambangkan perjuangan yang gigih.

CBP…CBP…

Pelajar Nahdliyin Patria

Api Islam Berkobar Menyala di Dada

 

CBP…CBP…

Menjebol membangun satu cita

Cita Indonesia sosialis Pancasila

Maju Padu Pantang Mundur

 

Berjuang mengemban ampera

Basmi Penindasan Jayalah bangsa Paramarta

 

CBP…CBP…

Siaga berjuang setia

Menjebol membangun…Ayo ora Et labora

Organisasi IPPNU didirikan pada tanggal 2 Maret 1955 di Malang Jawa Timur dengan kepanjangan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Mula-mula, organisasi ini didirikan untuk melakukan pembinaan dan pengkaderan terhadap remaja putri NU yang masih duduk di bangku sekolah/madrasah tingkat menengah dan tingkat atas serta santri putri yang statusnya setaraf dengan sekolah-sekolah tersebut.

Pada perkembangan berikutnya, sesuai dengan kondisi zaman, pada tahun 1988, organisasi ini berubah menjadi Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama. Hal ini membuat sasaran organisasi IPPNU tidak lagi hanya terbatas pada pelajar putri melainkan semua putri NU.

Namun, perubahan akronim ini selanjutnya telah disalah-artikan menjadi gerakan bebas yang bias merembet pada poltik praktis sehingga basis awal yang harus diperjuangkan menjadi terbengkalai dan visi intelektual yang selama ini menjadi ghiroh bagi perjuangan IPPNU menjadi pudar.

Pada tahun 2003, organisasi IPPNU selanjutnya memperjelas wadah perjuangannya pada basis awal, yaitu pelajar putri dengan mengubah kembali akronimnya menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Namun, interpretasi pelajar pada tahun 2003 berbeda dengan pelajar putri yang dimaksudkan pada tahun 1955. Pelajar putri yang dikandung pada tahun 2003 diartikan sebagai sebuah komunitas generasi muda yang mengawal visi intelektual kepelajaran yang memiliki vase usia 12-30 tahun.

Kebijakan ini sudah memasuki periode ketiga dalam kepengurusan PP. IPPNU (sejak 2003-2009), tetapi bentuk realisasi dan konsolidasi yang dilakukan belum maksimal. Maka dalam forum Rakernas IPPNU Tahun 2010, merekomendasikan peremajaan usia untuk anggota IPPNU adalah 27 tahun, dan garapan organisasi difokuskan pada pelajar dan santri.

  • Warna Hijau : Kebenaran, Kesuburan serta dinamis
  • Warna Putih : Kesucian, kejernihan serta kebersihan
  • Warna Kuning : Hikmah yang tinggi / kejayaan
  • Bentuk Segitiga : Iman, Islam, Ikhsan
  • Dua buah garis tepi mengapit warna kuning : Dua kalimat Syahadat
  • Sembilan bintang : Lambang keluarga NU ( 1 bintang paling besar ditengah : Nabi Muhammad SAW, 4 bintang dikanan & kiri : Khulafaurrosyidin, 4 bintang dibawah : Madzhab empat )
  • Dua kitab : Al-Qur’an & Hadits
  • Dua bulu bersilang : aktif menulis dan membaca untuk menambah wacana berfikir
  • Dua bunga melati : perempuan yang dengan kebersihan pikiran dan kesucian hatinya memadukan dua unsur Ilmu Pengetahuan Umum & Ilmu Agama Islam
  • Lima titik diantara I.P.P.N.U. : rukun islam

Cipt. Mahbub Junaidi

 

Sirnalah gelap terbitlah terang

Mentari timur sudah bercahaya

Ayunkan langkah pukul genderang

Segala rintangan mundur semua

 

Tiada laut, sedalam iman

Tiada gunung, setinggi cita

Sujud kepala kepada tuhan

Tegak kepala lawan derita

 

Di malam yang sepi di pagi yang terang

Hatiku teguh bagimu ikatan

 

Di malam yang hening di hati membakar

Hatiku penuh bagimu Pertiwi

 

Mekar seribu, bunga ditaman

Mekar cintaku pada ikatan

Ilmu kucari amal kuberi

Untuk agama bangsa dan negeri

Lembaga Korp Pelajar Putri (L-KPP) merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan keputusan Konbes IPPNU pada tanggal 28 Oktober 1964 di Pekalongan-Jawa Tengah. Pada awal terbentuknya lembaga ini bernama Corp Brigade Pembangunan-wati (CBP-wati) yang merupakan wadah bagi pemuda dan pelajar NU untuk mengkokohkan barisan dalam mengimbangi munculnya berbagai barisan yang berkibar dari panji-panji komunis. Dalam perjalanannya CBP-wati mengalami stagnasi dan selanjutnya diputuskan dalam amanat Kongres XII IPPNU di Makasar-Sulawesi Selatan dengan perubahan nama menjadi KPP yang kemudian untuk mengukuhkannya ditetapkan dalam Kongres XIII IPPNU di Surabaya-Jawa Timur.

  • Bentuk kuncup bunga warna putih
  • Garis tepi berwarna hijau dengan arti kesuburan
  • Bintang sembilan berwarna emas yang berarti rohmatal lil alamin
  • Bumi berwarna biru berarti kedamaian dan semangat yang kuat
  • Buku terbuka mempunyai arti belajar tanpa henti
  • Tulisan KKP dengan tinta hitam
  • Peta Indonesia warna hijau

Derap langkah satukan cita

Kembang sayap rengkuh sesama

Bina putri setia

Kuat jiwa sehat raga

Teguh janji Wujudkan Visi

Bulat tekat Raih harapan

Ayun langkah pasti

Gemilang dimasa depan

KKP Korp Kepanduan Putri

Kobarkan semangat ideologi

Jayalah hai tunas pertiwi

Turut Membangun Negeri