Menu Tutup

Industri dan Organisasi

Ilustrasi | Pelajar NU Batang

IPNU dan IPPNU sangat berpotensi dalam mengimplementasikan revolusi industri keempat di Indonesia. Berdasarkan peta jalan perkembangan Indonesia di Industrialisasi 4.0, dimana salah satu prioritas yang di utamakan adalah memberdayakan para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang rata-rata berkembang dan cukup banyak di Indonesia.

Selama ini IPNU dan IPPNU begitu berperan dalam mendorong perkembangan revolusi Industri di Indonesia. Terbukti dari departemen kewirausahaan yang ada di IPNU dan IPPNU, di semua tingkatan di seluruh Indonesia mampu menciptakan karya yang bernilai rupiah. Sehingga terbentuklah badan usaha milik organisasi yang menjadi salah satu penopang jalannya roda organisasi. Selain itu, tentu akan meningkatkan taraf ekonomi anggota yang jumlahnya jika di numerasikan angkanya adalah jutaan. Dengan cara memberdayakan kader yang kreatif untuk menuangkan karyanya dan mampu bernilai rupiah.

Penulis melihat bahwa pemerintah sedang gencar melaksanakan kegiatan penumbuhan wirausaha industri baru. Terbukti di kawasan Kabupaten Batang akan di bangun kawasan Industri secara besar besaran. Dengan harapan para investor menanam saham di bumi Batang dan goalnya adalah meningkatkan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran. Namun, jika penulis gabungkan antara peningkatan Industri kecil, dan industri sekala besar belum terlalu efektif di lakukan di Batang. Organisasi seperti IPNU IPPNU belum banyak terlibat dalam meningkatkan Revolusi Industri 4.0. padahal kader-kadernya jelas memiliki kemampuan dan sumber daya serta pengelolaan manajemen yang baik dalam menjalankan roda bisnis.

Menurut pengalaman penulis, Departemen kewirausahaan dan ekonomi di IPNU IPPNU sudah mampu menempa kadernya untuk berwirausaha.

IPNU dan IPPNU berpotensi besar menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah (IKM). Itu sangat jelas, dari anggota yang jumlahnya jutaan dan semua dalam usia produktif membuat IPNU IPPNU sangat berpeluang memajukan Revolusi Industri terutama di bidang ekonomi kreatif.

IPNU dan IPPNU merupakan agen perubahan. Sebagai generasi emas, sudah selayaknya IPNU IPPNU di perhitungkan di berbagai bidang. Di era perkembangan digital, pemuda sangat berpengaruh dalam berkarya dan berinovasi melalui media media digital, karena sekarang yang menguasai media adalah para pemuda. IPNU IPPNU mampu memaksimalkan ilmu teknologi sebagai sarana berkarya dan menghasilkan rupiah dengan arti mempelopori ekonomi kreatif di kalangan pemuda IPNU IPPNU.

Indonesia mampu menjadi negara yang berada dalam 10 besar ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030. 10 tahun ke depan, Indonesia menikmati posisi demografi. Dimana penduduk didominasi oleh usia produktif. Yang artinya inovasi inovasi yang dicanangkan kaum milenial akan semakin banyak dan mampu menguasai pasar ekonomi dunia. Penulis mengharap, pemerintah memandang serius posisi IPNU dan IPPNU. Yang pada saat ini sudah siap menjadi mitra pemerintah dalam pencanangan Industri 4.0. dengan melihat usia rata-rata IPNU dan IPPNU yang berada dalam masa produktif.

Fungsi IPNU dan IPPNU adalah sebagai wadah perjuangan pelajar Nahdlatul Ulama dalam pendidikan dan keterpelajaran. Kaderisasi pelajar untuk mempersiapkan kader-kader penerus Nahdlatul Ulama dan pemimpin bangsa. Penguatan pelajar dalam melaksanakan dan mengembangkan Islam ahlussunah wal-Jamaah untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai nahdliyah. Menerapkan prinsip agama islam, dengan aqidah Aswaja An Nahdliyah.

Sebagai wadah besar, IPNU IPPNU harus memikirkan ekonomi kadernya. Dengan cara memotivasi dan memberikan bimbingan dan motivasi agar tidak bosan menciptakan karya baru. Sebagaimana prinsip NU yakni mempertahankan tradisi lama yang masih baik, dan menggunakan tradisi baru yang lebih baik.

Inovasi sebesar apapun tanpa di dukung peranan generasi muda, penulis yakin tidak akan cepat berkembang. Karena itu penulis mengharapkan generasi NU di IPNU dan IPPNU harus mampu mempersiapkan diri menyongsong dan berperan aktif di era baru dalam berinovasi dan berindustri, dan tentunya mencoba membuka inovasi-inovasi baru dan modern dalam dunia kerja.

Penulis: Abdul Muhyi
Editor: Munir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *